Minggu, 18 November 2018

Hadits 1


Hadits-1
Bertaruh di jalan cinta

1.       حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا، نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي، يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ
telah menceritakan kepada kami qutaybah bin said, telah menceritakan kepada kami ya’qub, yaitu ibnu ‘abdi al-rahman, dari suhail, dari ayahnya, dari abi hurairah bahwasannya rasûlullâh saw bersabda: diantara yang paling aku cintai dari ummatku adalah orang yang hidup setelahku, salah seorang diantara mereka berkeinginan untuk bertemu denganku dengan keluarga dan harta mereka

Takhrij Hadits:
-          Shahih Muslim, No. 2832.
-          Musnad Ahmad, No. 9398, 21385, dan 21493.
-          Shahih Ibnu Hibban, No. 7231.

Derajat Hadits:
Shahih, diriwayatkan juga oleh Muslim

Perbedaan Redaksi:
Muslim, Ahmad, dan Ibnu Abi Syaibah, dari jalur Abu Hurairah

مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا، نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ
diantara yang aku cintai diantara ummatku, adalah orang yang ada setelahku, salah seorang diantara mereka menginginkan kalau sekiranya melihatku dengan keluarga dan hartanya
      Ahmad dari jalur Abu Dzar

أَشَدُّ أُمَّتِي لِي حُبًّا قَوْمٌ يَكُونُونَ، أَوْ يَخْرُجُونَ بَعْدِي، يَوَدُّ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ أَعْطَى أَهْلَهُ وَمَالَهُ وَأَنَّهُ رَآنِي "
yang paling aku cintai diantara ummatku adalah suatu kaum yang ada setelahku atau keluar setelahku, salahseorang diantara mereka menginginkan memberikan keluarga dan hartanya dan ia melihatku
3.      Ahmad dari jalur Abu Dzar

إِنَّ أَشَدَّ أُمَّتِي لِي حُبًّا قَوْمٌ يَكُونُونَ، أَوْ يَجِيئُونَ بَعْدِي، يَوَدُّ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ أَعْطَى أَهْلَهُ وَمَالَهُ
sesungguhnya yang paling aku cintai di antara ummatku adalah suatu kaum yang ada atau datang seteahku, salahseorang diantara mereka untuk memberikan keluarga dan hartanya

Mufradat Hadits:
-   حُبًّا: sebagai tamyiz/penjelas dari kata asyaddu (أَشَدَّ)[1]. Maksudnya, yang paling keras, apa?, rasa cinta.
-       بَعْدِي: maksudnya, setelah aku wafat, yaitu setelah Nabi Muhammad SAW wafat[2].
     يَوَدُّ: maksudnya, berangan-angan atau menginginkan untuk melihatku, yaitu melihat Nabi Muhammad SAW[3].
-      بِأَهْلِهِ: huruf ba (ب) pada kata tersebut adalah ba al-Ta’diyah (باء التعدية)[4]. Maksudnya,

Penjelasan Hadits:
Di balik bilik peradaban, rona wajahmu terang disinari mentari kemuliaan, rambut ikalmu berkilau dengan sorban dari awan ketawadhuan, badan tegapmu tergambar dalam kanfas kewibawaan, dan semua itu disempurnakan dengan hiasan permata akhlak dari al-quran, sebagaimana yang dikabarkan oleh istri tercintamu, khumaira, ibunda kaum muslimin, Aisyah R.A. “kâna khûluquhu al-Qurân[5] (akhlaqnya adalah al-Quran) begitulah kesaksiannya atas kemuliaan akhlaqmu.

Permata akhlakmu berbinar indah menghiasi cermin-cermin di kitaranmu. Maka hadirlah Abu Bakar, sesosok wajah yang senantiasa menghadirkan senyum keyakinan dalam setiap khabarmu. Berdirilah umar yang menjadi .......
Ya rasulullah, kemuliaan akhlakmu tidak tersekat di pelataran kaum muslimin, ia hadir di menerobos kabut jalhili di tanah yastrib, namun sayang, binar muliamu hanya menyilaukan mata mereka, mereka risih terganggu dan mengusirmu, kerikil-kerikil kebencian, batu-batu kedengkian meluncur deras mengerumunimu.
Alangkah beruntung mereka yang berada disekitarmu, ...

Andai aku bisa mengeluhkan semua ini dihadapanmu.
Orang disekitarnya didik oleh sebaik baik guru dan sebaik baik metode. siapa sahabat, bilakah sezaman tapi tidak bertemu?, Keutamaan sahabat?, pujian untuk sahabat, keutamaan sahabat sebagai yang dicintai rasul, beruntungnya umar dinobatkan sebagai khalilnya (kekasihnya) rasul.
Siapa kita, adakah kita dapat menyamai sahabat, bisakah kita mendapat cintanya rasul?
Hadits diatas memberikan kabar gembra untuk kita yang tidak bersua dengannya. tak perlu pupuk pertemuan untuk menumbuhkan pohon cinta, tak perlu siraman cengkrama untuk membesarkannya, cukuplah buktikan cintamu, maka sempurnalah cintamu untuknya dan cintanya untukmu.
Tentang keinginan untuk bersua
Tentang menunjukan rasa cinta
Tentang bertaruh untuk ia yang tak bernah berjumpa
Itu semua kesempurnaan cinta, mempertaruhkan cinta untuk mendapatkan super cinta

Kita memang tidak bertemu dengan sang kekasih, tai banyak jalan untk mendaat perhatiannya, dan salah satu jalannya adalah bertaruh di jaan cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar